Wednesday, 25 September 2019

Apakah Izrail Malaikat Maut?

Pertanyaan:

Apakah ada dalil yang menjelaskan nama Malaikat Maut adalah Izrail?

Jawab:

Segala puji bagi Alloh ta’ala .....
Tersebar bahwa nama Malaikat Maut Izrail, hanya saja penamaan ini tidak ada disebutkan dalam Al Qur’an dan Hadits Shahih, hanya saja ada disebutkan pada sebagian Atsar yang kemungkinannya adalah riwayat Isroiliyat.
Berdasarkan hal ini, maka kita tidak bisa memastikan dan juga tidak bisa menolaknya, bahkan sepatutnya kita kembalikan perkara hal ini kepada Alloh ta’ala dan kita menamakan Malaikat Maut dengan nama yang Alloh ta’ala sebutkan.
Alloh ta’ala berfirman:

( قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ ) السجدة /11

Katakanlah, “Malaikat Maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan dikembalikan. (Q.S Assajadah : 11)

Berkata Al Imam Ibnu Katsir (semoga Alloh merahmati beliau) dalam kitab Bidayah wa Nihayah (1/49) :
Adapun Malaikat Maut tidak disebutkan secara jelas namanya dalam Al Qur’an, dan juga tidak didalam hadits yang shohih, disebutkan penamaanya disebagian Atsar dengan Izrail.Allohu ‘alam.

 Berkata As Sindi (Semoga Alloh ta’ala merahmati beliau) tidak hadits yang marfu’ (shahih) dalam penamaan Malaikat Maut.
Berkata Al Munawi (semoga Alloh ta’ala merahmati beliau) dalam kitab Faidhul Qodhir (3/32) setelah beliau menyebutkan tentang masyhurnya Nama Malaikat Maut dengan Izrail, beliau berkata “Saya tidak mendapati penamaan tersebut dalam Hadits”.

Berkata Syaikh Al Baniy (Semoga Alloh ta’ala merahmati beliau) dalam penjelasan beliau terhadap perkataan At Thohawi “kita beriman dengan Malaikat Maut yang ditugas untuk mencabut ruh seluruh mahluk. berkata Syaik Al Baniy (semoga Alloh ta’ala merahmati beliau) saya katakana: ini adalah nama Malaikat Maut yang tercantum dalam Al Qur’an dan adapun penamaan dengan “Izrail” sebagaiman yang tersebar maka ini tidak ada asalnya, hal itu hanya berasal dari riwayat isroiliyat.

Berkata Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin (semoga Alloh ta’ala merahmati beliau)
(Malaikat Maut) terkenal bahwa namanya (Izrail) akan tetapi hal ini tidak shahih, ini hanya berasal dari riwayat Isroiliyat tidak wajib kita mengimaninya, maka kita menamakan Malaikat yang ditugasi untuk mencabut nyawa adalah (Malaikat Maut) sebagaiman Alloh ta’ala namakan dalam firman-Nya :
( قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ ) السجدة /11
Katakanlah, “Malaikat Maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan dikembalikan. (Q.S Assajadah : 11)
Fatawa Ibnu Utsaimin (3/161)

sumber:

https://islamqa.info/ar/answers/40671/لا-نجزم-بان-اسم-ملك-الموت-عزراىيل

Thursday, 28 February 2019

SIFAT-SIFAT ‘IBADURRAHMAN (HAMBA-HAMBA ALLAH ﷻ YANG MAHA PENGASIH


Dari muhadhoroh: Dr. Abdullah Roy, Lc. MA.
Allah menyebutkan   sifat-sifat hamba Allah ar-rahman (Maha pengasih), dalam surah al-furqon, yang insya Allah kita bahas (pada kesempatan ini), dengan  harapan  kita dapat mengamalkannya pada kehidupan sehari-hari, sifat-sifat tersebut adalah sebagai berikut:
1. Memiliki Sifat Tawadhu’ (Rendah Hati)
Nabi   bersabda:
من تواضعَ للَّهِ رفعَه اللَّهُ
barang siapa yang rendah hati maka Allah akan mengangkatnya (Hadis riwayat Abu Nu’aim 8/46)
Namun, maksud dari Kesombongan bukanlah orang yang memiliki baju atau sendal yang bagus. Nabi bersabda  bersabda:
لا يدخلُ الجنَّةَ من كانَ في قلبِه مثقالُ ذرَّةٍ مِن كِبرِ ولا يدخلُ النَّارَ مَن كانَ في قلبِه مثقالُ ذرَّةٍ منإيمانٍ فقال رجلٌ يا رسولَ اللَّهِ الرَّجلُ يحبُّ أن يَكونَ ثوبُه حسنًا ونعلُه حسنةً فقال رسولُ اللَّهِ ﷺ إنَّ اللَّهَ جميلٌ يحبُّ الجمالَ إنَّ الكبرَ مَن بطِرَ الحقِّ وغمَص النَّاسَ
Tidaklah masuk surga oraang yang pada dirinya terdapat kesombongan, dan tidak akan masuk neraka orang yang pada dirinya ada sebesar biji sawi dari keimanana, maka ada seorang yang bertanya, ya Rasulullah! Ada seseorang yang menyukai baju nya bagus, sendalnya banggus, maka Nabi nl bersabda: “sesungguhnya Allah maha inda dan suka akan keindahan, sesungguhnya kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehhkan manusia (Hadis riwayat Ahmad 4/133).
Namun begitu, Bukanlah pula makna tawadhu itu berjalan dengan lambat yang dibuat-buat, kita ketahui Nabi   kita   adalah hamba Allah yang paling sempurna ketawadhu’an beliau, namun beliau ketika berjalan adalah seperti orang yang turun dari tempat yang tinggi (sangat cepat).
[BAGAIMANA AGAR KITA BISA TAWADHU’?]
Cara agar seseorang bisa tawadhu, adalah dengan  melihat kekurangan dirinya, mengkoreksi dirinya dan banyak melihat aib dirinya banyak melakukan  kemaksiatan, ini akan membantu dia untuk tawadhu dan tidak membuatnya mudah  sombong dan bangga diri dengan keta’atan yang ia lakukan.
Begitulah Allah menshifati hamba-hambanya yang sejati, sebagaimana dalam firman Nya:
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا
Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati (al-Furqon: 63).
2. Suka Memaafkan Atas Kesalahan Orang Lain dan Memiliki Kelembutan
            kenapa dia melakukan ini? Karena dia adalah hamba Allah . Dia meniru sifat Rasulullah  , yang memiliki sifat alhilmu, yaitu tidak mudah marah. Bahkan dia memaafkan,  ini adalah sifat mulia yang jarang didapati pada diri manusia kebanyakan. Dan sifaat pema’af  bisa didapatkan dengan terus mengupayakannya  setelah taufiq dari Allah .
Diantara cara mendapatkan hal ini adalah:

Wednesday, 19 December 2018

HUKUM GERAKAN IBU YANG BANYAK DALAM SHOLAT

HUKUM GERAKAN IBU YANG BANYAK DALAM SHOLAT SEBAB ANAKNYA
Fatwa Syaikh Abdulloh bin Baz Rahimahulloh



حكم الحركة الكثيرة من الأم في الصلاة بسبب أولادها
السؤال: إحدى الأخوات المستمعات بعثت برسالة وضمنتها خمس قضايا، هذه السائلة رمزت إلى اسمها بالحروف: (م. ب. م) أختنا تقول في إحدى قضاياها: يقوم أطفالي باللعب أمامي أثناء الصلاة وشد الجلال من على رأسي، بحيث يخرج شعري أحياناً، وأحياناً أشده من تحتهم حتى أستطيع إكمال صلاتي وأقوم بكثير من الحركة، إما إبعادهم أو إرجاع الجلال على شعري وجسمي، أو الانتظار حتى ينزلوا من على ظهري، وأحيانًا يقومون بدفعي مما يجعلني أتحرك وأمشي خطوات للأمام أو الخلف، هذا رغم تحذيري لهم، ولكن لصغر سنهم لا يستطيعون ولا يفهمون، وأحيانًا يشتد الغضب في أثناء الصلاة وأدفعهم بقوة حتى أستطيع إكمال صلاتي، ما حكم ذلك وجهوني جزاكم الله خيرا؟
الجواب: كل هذا حسن، وهذا جهاد منك وأمر مشكور وطيب، وإذا تيسر أن تكوني في محل بعيد عنهم حتى تسلمي من أذاهم في غرفة أو حجرة بعيدة عنهم يكون هذا أسلم، وإلا فلا يضرك هذا، هذه الحركة لدفعهم لا حرج في ذلك، وكذلك الشعر إذا بدا ثم أعدت الجلال بسرعة لا يضر ذلك، وقد ثبت عنه ﷺأنه في بعض صلواته وهو ساجد ارتحله الحسن أو الحسين فأطال السجود بعض الشيء من أجل ارتحاله إياه، وقال: كرهت أن أزعجه عليه الصلاة والسلام.
فالمقصود: أن معالجة الصبية وقت الصلاة بدفعهم عن الأذى أو ما أشبه ذلك لا يضر إن شاء الله ولا حرج في ذلك

المقدم: جزاكم الله خيراً وأحسن إليكم
Soal :
Salah seorang pendengar dari akhwat mengirimkan surat yang berisi 5 masalah yang dia hadapi, penanya ini menuliskan namanya dengan rumus : (M.B.M)
Dia mengatakan pada salah satu masalah yang dia hadapinya:
Anakku berdiri sambil bermain dihadapanku ketika saya sedang sholat dan karena kelincahannya naik di atas kepala saya sehingga terkadang rambut saya keluar (terlihat), terkadang saya mendorong dari arah bawahnya agar saya bisa menyelesaikan sholatku dan hal tersebut membuat saya banyak bergerak yang adakalanya ketika menghalaunya atau memperbaiki posisi rambut dan tubuh saya. atau menunggunya hingga dia turun dari punggungku.dan terkadang saya mencegahnya yang mengakibatkan saya bergerak dan melangkah ke depan atau ke belakang. dan masalah ini walaupun saya sudah memperingatkan mereka akan akan tetapi mereka tidak paham karena mereka masih anak-anak dan terkadang naik kemarahan saya ketika saya sedang sholat sehingga saya menghalau mereka dengan keras sehingga saya mampu menyelesaikan sholat saya.
apa hukumnya hal tersebut mohon penjelasannya, semoga Alloh membalas anda dengan kebaikan?

Jawabanya:
Berkata Syaikh Ibnu Baz (semoga Alloh merahmati beliau):
Semua hal tersebut baik dan ini termasuk kesungguhan anda dan perkaranya termasuk perlu di syukuri dan baik. dan jika memungkinkan anda sholat agak menjauh dari mereka sehingga terbebas dari gangguan mereka seperti di kamar yang jauh dari mereka maka hal ini lebih selamat. dan jika tidak memungkinkan maka tidak mengapa hal ini.gerakan untuk menghalau mereka hal ini tidak mengapa.begitu juga rambut yang terlihat dan rapikan kembali maka tidak mengapa. sungguh ada riwayat yang shohih dari Nabi Shalallohu ‘alaihi was Salam Bahwasanya beliau pada sebagian sholatnya ketika sedang sujud beliau pernah dinaikin oleh Hasan atau Husain sehingga beliau memperpanjang sujudnya dikarenakan hal ini. dan beliau bersabda dan saya tidak senang memutus kesenanganya (menggangunya).
maka maksudnya: menghalau anak-anak ketika sedang sholat atau semisalnya tidak masalah dan tidak membatalkan sholat in syaa Alloh.


alih bahasa                   : abuahmadsp
Join Telegram               : t.me/abuahmadsp
Twiter                           : @abuahmadsp
Blog                             : www.risalah07.blogspot.com
Youtube                        : abuahmadsp

Tuesday, 11 December 2018

DO'A KETIKA BERUMUR 40 TAHUN


هل تعلمتم دعاء بعد سن ال ٤٠ ؟؟؟
يقول أحد المربين :
تعلمتُ من  ابنتي درساً ....اذ كانت تحفظُ  في سورة الأحقاف  .
فوجئت بها تسألني :
أبي كم عمرك ؟
قلت لها مبتسماً  44 سنة ..فقالت :
 يعني أنك  قد بلغت الاربعين منذ أربع سنوات فهل تقول دعاء مابعد الأربعين ؟؟؟؟..

 قلت  : وهل هناك دعاء مخصوص بعد الأربعين ؟
فابتسمت  وقالت :
شرحت لنا المعلمة قول الله تعالى في سورة الأحقاف :

 وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ (15) أُولَٰئِكَ الَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَنَتَجَاوَزُ عَن سَيِّئَاتِهِمْ فِي أَصْحَابِ الْجَنَّةِ ۖ وَعْدَ الصِّدْقِ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ (16..

أخبرتني معلمتي بان أباها يقول هذا الدعاء منذ ٣٠ عاما..
والآن ناهز على الثمانين ويتمتع بصحة جيدة..
شكرت ابنتي كثيرا لكلماتها الرائعة  ووصيتها الثمينة فقبلت رأسها  وحمدت الله ان رزقني ببنت أتعلم على يديها .
وقالت أجعل هذا الدعاء ورداً لكٓ في كل حين  ..

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ ..

حاول تحفظه وخلي غيرك يحفظه انشرها واكسب اجرها .

Apakah kalian tahu do’a setelah berumur 40 tahun ???
Berkata salah seorang pendidik:
Saya dapat pelajaran (ilmu yang berharga –pent) ...karena anak saya ini hafal surat Al Ahqof.


Ketika aku bertemu dengannya, dia bertanya kepadaku:
wahai bapakku,..berapa umurmu?
maka aku katakan kepadanya (sambil tersenyum) 44 tahun.
Kemudian dia berkata:
Sesungguhnya engkau telah berumur 40 tahun semenjak 4 tahun yang lalu, apakah engkau sudah membaca do’a setelah umur 40 tahun????..
Aku katakan kepadanya : apakah disana ada do’a khusus yang dibaca bagi orang yang berumur 40 tahun.
maka dia tersenyum dan berkata :
Guruku pernah menjelaskan tentang firman Alloh ta’ala pada
surat Al Ahqof  ayat 15 dan 16 :
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".
Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.”

Guruku menceritakan kepadaku bahwa bapaknya membaca do’a ini semenjak 30 tahun yang lalu dan sekarang umurnya sudah mendekati 80 tahun dan dia senantiasa sehat.
Aku benar-benar berterima kasih kepada anakku atas ceritanya yang sangat bagus dan nasehat berharganya kemudian aku cium keningnya dan aku memuji Alloh ta’ala karena telah menganugerahkan kepadaku seorang anak perempuan yang aku bisa belajar darinya.
dan dia berkata : jadikanlah do’a ini menjadi wirid (bacaan rutinitas) pada setiap waktu.

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ 
وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِين 

 cobalah menghafalnya dan anjurkanlah orang lain untuk menghafalnya
sebarkan dan engkau akan mendapatkan pahalanya.

chanel telegram : t.me/abuahmadsp
youtube : abuahmadsp

Wednesday, 21 November 2018

Do'a Ketika Mendengar Petir


سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ، والـمَلائِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ1
دعاء الرعد أي: الدعاء الذي يقال عند وقوع الرعد.
كان عبدالله بن الزبير رضي الله عنهما إذا سمع الرعد ترك الحديث؛
وقال: سبحان الذي يُسَبح {الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالـْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ}(2).
أي: إنه إذا سمع صوت الرعد ترك الكلام مع الآخرين، وتلا الآية.
قال علي وابن عباس وأكثر المفسرين: ((الرعد)) اسم ملك يسوق السحاب.
وجاء عن عبدالله بن عباس رضي الله عنهما أنه قال: أتت يهود إلى النبي صلى الله عليه وسلم، فسألوه عن الرعد ما هو؟ قال: ((ملك من الملائكة موكل بالسحاب، معه مخاريق من نور، يسوق بها السحاب حيث شاءالله تعالى))، قالوا: فما هذا الصوت الذي نسمع؟ قال: ((زجرة السحاب، يزجره إلى حيث أمره))، قالوا: صدقت(3.
 (1)الموطأ (992/2)، وقال الألباني: صحيح الإسناد موقوفاً. (ق).
(2)سورة الرعد, الآية: 13.
(3)رواه أحمد (274/1)، والترمذي برقم (3117)، وصححه الألباني، انظر: الصحيحة برقم (1872). (م).
Maha Suci Zat yg petir bertasbih dgn memuji Alloh dan juga Malaikat karena takut kepada-Nya.
Syarah:
Do'a petir adalah do'a yg dibaca ketika ada petir.
Abdulloh bin Zubair-semoga Alloh meridhoinya- apabila beliau mendengar suara petir beliau diam tdk berbicara.
Dan beliau mengucapkan "Subhalladzi yusabbihur ro'du bihamdihi wal malsikatuhu min hifatihi."
Yaitu beliau ketika mendengar suara petir diam dan membaca ayat.
Berkata Ali dan Ibnu Abbas dan kebanyakan ulama tafsir: (AR Ro'du) nama malaikat yg mengatur awan.
Dari Abdulloh bin Abbas-semoga Alloh meridhoinya- datang orang Yahudi ke Nabi shalallohu 'alaihi wassalam bertanya ttg Ra'du, apa dia? Nabi bersabda seorang Malaikat dari Malaikat Alloh yg bertugas mengatur awan yg memiliki cambuk dari cahaya yg digunakan untuk mengatur awan sebagaimana yg dikehendaki Alloh ta'ala, kemudian orang Yahudi kembali bertanya, suara apa yg kita dengar ini? Nabi bersabda pergerakan awan yg halau ke arah sesuai dgn perintahnya. Mereka orang Yahudi mengatakan: Engkau benar.
----------------------------
Alihbahasa: abuahmadsp
Sumber: Syarah Hisnul Muslim; Syaikh Majdi bin Abdul Wahab Ahmad.
Join Telegram : t.me/abuahmadsp
kunjungi : www.risalah07.blogspot.com


Wednesday, 31 October 2018

Hukum Membuka Tali Pocong?




السؤال:
بالنسبة لكشف وجه الميت إذا وضع في قبره؟
الجواب:
المشروع أن يغطى وجهه وجميع بدنه، الميت إذا وضع في القبر لا يكشف منه شيء، بل يكون الكفن شاملًا له كله من رأسه إلى رجليه، هذا هو السنة، هذا هو الذي فعله النبي ﷺ وأرشد إليه، فلا يكشف وجهه، وما يظن بعض العامة أنه يكشف وجهه غلط، الواجب أنه يغطى كله، إلا إذا كان محرم مات وهو محرم فإنه لا يغطى رأسه ولا وجهه؛ لأن النبي ﷺ لما مات رجل في إحرامه قال ﷺكفنوه في ثوبيه، ولا تخمروا رأسه ولا وجهه، فإنه يبعث يوم القيامة ملبيًا.
فالمحرم إذا مات وهو محرم لا يغطى رأسه ولا وجهه، إلا إذا كان امرأة يغطى رأسها ووجهها؛ لأن المحرمة لا بأس أن تغطي وجهها وإن كانت محرمة، المرأة لا بأس، أما الرجل فلا، إذا كان محرمًا ومات فإنه يغسل ويكفن ولكن لا يغطى وجهه ولا رأسه. نعم.
المقدمأحسن الله إليكم سماحة الشيخ.

Syaikh Ibnu Baz Rahimahulloh pernah ditanya :
Soal:
Berhubungan dengan membuka wajah mayit ketika diletakkan di kuburnya?
Jawab:
Yang disyariatkan menutup wajah dan seluruh badannya, mayit apabila diletakkan di kuburnya tidak boleh dibuka dari sedikitpun, bahkan kain kafan menutup semua badan dari kepala sampai kakinya, hal ini yang sesuai dengan sunnah. hal ini yang telah dilakukan Nabi Shalallohu ‘alaihi wassalam dan beliau ajarkan. maka tidak boleh membuka wajahnya. Adapun apa yang dipersangkakan oleh sebagian orang untuk membuka wajah mayit maka ini adalah kesalahan, yang wajib adalah untuk menutup semuanya kecuali bagi orang yang meninggal ketika ihrom maka jenazah tidak ditutup bagian kepala dan wajahnya; hal ini karena Nabi shalallohu ‘alaihi was salam bersabda -ketika ada seorang laki-laki yang meninggal ketika ihrom- “kafankan dia dengan bajunya dan jangan tutup kepala dan wajahnya, sesungguhnya dia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiyah. (Hadits Riwayat Bukhori dan Muslim –pent).
Maka orang yang ihram apabila mati tidak ditutup kepala dan wajahnya, kecuali jika wanita maka tetap ditutup bagian kepala dan wajahnya; karena wanita yang ihrom tidak mengapa dia menutup wajahnya ketika ihrom; wanita tidak mengapa sedangkan laki-laki tidak, ketika laki-laki sedang ihrom dan mati tetap dimandikan dikafani akan tetapi tidak ditutup wajah dan kepalannya. 




السؤال:
هل الأفضل حل العقد من عند رأس الميت وترك العقد التي عند رجليه ووسطه أم تحل كلها؟
الجواب:
العقد التي يربط بها الكفن تحل كلها هذا الأفضل، السنة تحل كلها في القبر، إن وضع في قبره حلت العقد كلها أولها وآخرها هذا السنة.

Dan beliau juga pernah ditanya:
Apakah yang paling afdhol melepas tali pengikat pada bagian kepala mayit dan membiarkan ikatannya pada bagian tengah dan bawah atau melepaskan semuanya?
Beliau menjawab :
Ikatan yang digunakan untuk mengikat kapan mayit dilepas semuanya ini afdhol, hukumnya sunnah melepas semuanya di dalam kubur, jika diletakkan dalam kubur dilepas semua dari awal dan akhirnya ini hukumnya sunnah.

Sumber : https://bit.ly/33YmIy4
dialih bahasakan oleh abu ahmad supiandi
dari website resmi syaikh bin baz atau klik disini https://goo.gl/a6XL4M

Join Telegram : t.me/abuahmadsp